Minggu, 15 Juli 2012

Cherry Jowo


Entah siapa yg pertama kali menebar benih disitu, mungkin dulu terbawa angin, atau bahkan bekas hewan berak hahaha, yang jelas kini dilahan itu tumbuh pohon yang amat difavoritkan anak2 di gang rumah ku. Tumbuh tepat disamping rumah, satu meter dari kamarku, dalam petak tanah kosong, pohon yang selalu ramai riuh anak-anak bermain di bawahnya. Bukan tanpa sebab pohon itu begitu disukai, bahkan aku sayang padanya, ceilee ;p
Selain cabang ranting nya yang menaungi tanah disekitarnya, pohon ini juga mudah dipanjat, dan lebih istimewanya lagi pohon ini berbuah.  Bukan buah biasa, buah yg cukup jarang kita temui , warnanya merah, rasanya manis sekali, berbutir-butir kasar seperti pasir namun sangat juicy. Aku jd membayangkan andai aku berumur 8 tahun, pasti akan kupanjat pohonya buat nyari buah ini lebih banyak. Untung saja aku inget usia dan berat badan, kasian si pohon kayaknya dia gak bakal kuat deh. Lebih kasian lagi tetanggaku yg liat        -_____- . Jadi kadang-kadang aku cm ngambil yg mudah digapai pake tangan aja, ga cm anak-anak lho yg makan buah ini, ibu2 di sini jg sering metik.  Golek bolo :D

Bentuk buahnya sungguh elegan, bagaikan cherry

Sebenernya tangkainya gak nyambung itu cm buat estetik aja :D sambil memaksakan ide kalo mirip cherry hahha
Yup setelah liat gambarnya, pasti udah tau kan ini buah apa, yang dari jawa pasti bilang talok, yang dari luar jawa or ga ngerti bhs jawa bisa bilang kersen,yg mau sok sok ilmiah bisa bilang Muntingia calabura, atau yang mau gaya gaya cinta laura bisa bilang Jamaica cherry/Panama berry/Singapore cherry. Kata mener belanda namanya japanese kers. Tapi buat saya yg cinta bhs indonesia mari kita pakai kata kersen.
Pohon kesen ini banyak manfaatnya lho dari buah hingga bungga nya, masih ga percaya? Baca yuk

#  Dari buah nya dulu yg enak dimakan 

  • 1. Kata ibu saya buah kersen bisa buat anti asam urat, entah mitos atau bener? Setelah browsing sana sini ternyata buah kersen ini terbukti dapat mengurangi nyeri yang ditimbulkan oleh asam urat.
    2.     Jus buahnya bisa juga lho buat mencegah cedera otot buat para atlet dan pekerja berat. Wow 
    3.     Menurunkan glukosa darah juga, cocok buat yg diabet ni

    #Bunga kersen


    1.   Bunganya dipercaya mengandung antiseptik.
    2.  Bahkan ada yang dibikin infus yang dipercaya mengurangi sakit kepala, flu dll

    #Daun Kersen


1.Hampir sama kayak bunganya, rebusan daun kersen dipercaya sebagai antiseptik yang dapat membunuh bakteri seperti : P. Vulgaris, S. Epidemidis C. Diptheriae , S. Aureus, dan K. Rhizophil.
2. Sebagai anti inflamasi yang dapat mengurangi radang dan menurunkan panas
3.  Dan yang palig Hot ni, bisa untuk anti tumor anti cancer, terbukti secara invitro. Yang ditengarai Kandungan antioksidan seperti flavonoid, saponin, glikosida, steroid dan tannin.
4.       Rebusannya juga bisa menurunkan kadar gula darah


              Tak lupa kandungan Gizinya per 100 gram
          Air 77,8 gr
          Protein 0,384 gr
          Lemak  1,56 gr
          Karbohidrat  17,9 gr
          Serat  4,6 gr
          Abu  1,14 gr
          Kalsium  124,6 gr
          Fosfor  84 mg
          Besi  1,18 mg
          Karoten  0,019 gr
          Tianin  0,065 gr
          Ribofalin  0,037 gr
          Niacin  0,554 gr
          Vitamin C  80,5 mg
          Energi yang dihasilkan  380 KJ/100 g

Wow banyak bgt ya manfaatnya, ga rugi deh rebutan sama anak-anak kecil ;p
Dari yg saya sebutkan diatas, saya cm pernah nyoba buahnya aja, daun sm bunga blm pernah,blm butuh dan  ga ngerti takeranya jg sih. Bahaya atau enggaknya saya kurang tau, kalo mau boleh lho search lg di jurnal2. Atau mungkin muncul ide2 manfaat lain yg bisa jadi judul skripsi. Eaaaaa :D
Info info diatas saya ambil dari berbagai sumber , yg beberapa saya lupa ambil atau baca dmn hihihi, semoga bermanfaat, maaf juga bhsnya kurang baku, takut kalo pada ketiduran bacanya ;p
Buat yg penasaran atau susah nyari pohon ini, boleh lho maen ditempat saya :D sampai saat ini pohonya masih tegak berdiri, berdoa moga2 ga ditebang. Amin
Sekian cerita cherry jowo, buah lucu nan ajaib hahaha
ada yang mau? nih saya kasih

Ada yg pengen nyobain buah kersen? Nih saya kasih 
















Jumat, 19 Agustus 2011

cemaran jamur penghasil okratoksin pada kopi


Kopi merupakan komoditas penting hasil perkebunan di Indonesia. Pasar dunia yang semakin kritis mengharapkan perkembangan kualitas kopi di Indonesia semakin ditingkatkan. Salah satu syarat yang diharapkan adalah minimnya kandungan atau bebas Okratoksin pada produk kopi.

Selama masa penyimpanan kopi mengalami penurunan kualitas dan kuantitas akibat reaksi antara faktor biotik dan abiotik. Serangga merupakan faktor biotik pertama perusak kualitas kopi, sedangkan faktor keduanya adalah cendawan. Cendawan dapat menghasilkan toksin pada biji kopi bila kondisi lingkungannya sesuai. Beberapa jenis cendawan yang menyerang kopi dapat menghasilkan mikotoksin, contohnya adalah Aspergillus ochraceus dan Penicillium verrucosum. Mikotoksin yang dihasilkan adalah jenis Okratosin A yang dapat menimbulkan penyakit neprotoksik dan neprokarsinogenik potensial pada hewan dan manusia.

Ada banyak cara dalam menekan pertumbuhan cendawan pada biji kopi, salah satunya dengan cara mencegah kontaminasi sumber cendawan pada buah/biji kopi. Selain itu membuat faktor pertumbuhan tidak optimum yaitu dengan menerapkan prinsip-prinsip GAP dan GMP kopi. Kadar air yang tinggi merupakan salah satu faktor pertumbuhan cendawan oleh karena itu proses pengeringan merupakan proses yang cukup vital dimana standar SNI menerapkan kandungan air maksimum adalah 12,5%. Kadar air masih bisa meningkat selama masa penyimpanan, oleh karena itu sebaiknya dilakukan pengeringan yang optimal dan penyimpanan yang baik agar kelembaban biji kopi senantiasa terjaga. Pada tahap penyimpanan sebaiknya kopi dimasukan kedalam kantong yang bersih dan diletakan diatas papan kayu, hal ini dilakukan untuk menghindari kontak dengan dinding dan lantai yang berkelembaban tinggi. Upaya yang dapat dilakukan saat proses pengolahan yaitu dengan penyangraian di atas suhu 2000C. Penyangraian dengan suhu tersebut diketahui dapat mereduksi kandungan Okratoksin pada biji kopi.

Sabtu, 06 November 2010

vitamin B3 / Niacin

PENDAHULUAN

A.VITAMIN

Vitamin merupakan nutrien organic yang dibutuhkan dalam jumlah kecil untuk berbagai fungsi biokimiawi dan yang umumnya tidak disintesis oleh tubuh sehingga harus dipasok dari makanan.Vitamin yang pertama kali ditemukan adalah vitamin A dan B , dan ternyata masing-masing larut dalam lemak dan larut dalam air.Kemudian ditemukan lagi vitamin-vitamin yang lain yang juga bersifat larut dalam lemak atau larut dalam air.Sifat larut dalam lemak atau larut dalam air dipakai sebagai dasar klassifikasi vitamin.Vitamin yang larut dalam air ,seluruhnya diberi symbol anggota B kompleks ( kecuali vitamin C ) dan vitamin larut dalam lemak yang baru ditemukan diberi symbol menurut abjad (vitamin A,D,E,K ).Vitamin yang larut dalam air tidak pernah dalam keadaan toksisitas di didalam tubuh karena kelebihan vitamin ini akan dikeluarkan melalui urin.

B. VITAMIN LARUT AIR

Meliputi :

a. Vitamin C

b. Tiamin

c. Riboflavin

d. Niacin

e. Vitamin B6

f. Asam folat

g. Cobalamin

h. Asam pantotenat, biotin, colin.


SEJARAH NIACIN

Nama lain Niacin

>>> Asam Nicotinat, vitamin B3, Nicotinamida, Niacinamide, dan Vitamin PP

Sejarah Niacin

Sejarah niacin diliputi oleh penyakit pellagra, suatu penyakit yang umumnya ditemukan pada abad ke-18 di Spanyol dan Itali.

Pada abad ke-20 diamati bahwa pellagra juga ditemukan di negara-negara bagian selatan Amerika Serikat, dimana makanan pokoknya adalah jagung. Goldberger adalah seorang penyelidik penyakit ini, dia mengatakan bahwa penyakit ini ada karena adanya defisiensi protein atau asam amino. Oleh karena itu dia menyimpulkan bahwa penyakit ini dapat disembuhkan asalkan si penderita memakan protein bermutu tinggi.

Barulah pada tahun 1937, Elvehjem menemukan bahwa penyakit pellagra pada anjing disebabkan oleh niacin.

Bentuk niacin sebagai nikotinamida kemudian diisolasi dari Nikotinamida Adenin Dinukleotida Fosfat (NADP) dan Nikotinamida Adenin Dinukleotida (NAD). Hubungan antara triptofan dan niasin ditemukan melalui eksperimen pada manusia yang mengukur metabolisme niasin sesudah diberi beberapa dosis triptofan. Triptofan ternyata adalah prekursor dari niasin.

Pada tahun 1961, Goldsmith kemudian melaporkan bahwa 60 mg triptofan berasal dari makanan mempunyai pengaruh metabolik yang sama dengan 1 mg niasin. 60 mg triptofan dan 1 mg niasin disetarakan dengan Niasin Ekivalen (NE). Triptofan merupakan asam amino pembatas dari jagung. Bila penduduk makan jagung tanpa tambahan sumber protein bermutu tinggi akan mengalami tanda-tanda pellagra.


SIFAT KIMIA, STABILITAS, ABSORPSI, dan EKSKRESI NIACIN

Sifat Kimia

Niacin adalah pyridine-3-asam karboksilat yang mempunyai rumus empirik C6H5O2N; niacinamide mempunyai rumus C6H6ON2.

Niasin adalah istilah generik untuk asam nikotinat dan turunan alaminya nikotinamida (niasin amida). Bentuk aktif sari niasin adalah Nikotinamida Adenin Dinukleotida (NAD+) dan Nikotinamida Adenin Dinukleotida Fosfat ( NADP+). Nikotinat merupakan bentuk niasin yang diperlukan untuk sintesis NAD+ dan NADP+ oleh enzim-enzim yang terdapat pada sitosol sebagian besar sel. Karena itu,setiap nikotinamida dalam makanan, mula-mula mengalami deamidasi menjadi nikotinat. Dalam sitosol nikotinat diubah menjadidesamido NAD+ melalui reaksi yang mula-mula dengan 5- fosforibosil –1-pirofosfat ( PRPP ) dan kemudian melalui adenilasi dengan ATP.Gugus amido pada glutamin akan turut membentuk koenzim NAD +. Koenzim ini bisa mengalami fosforilasi lebih lanjut sehingga terbentuk NADP+.

Niasin atau asam nikotinat merupakan kristal putih, yang lebih stabil dari tiamin dan riboflavin. Kristal-kristal ini melebur pada suhu 235-237 0C.

Stabilitas Niacin

Niasin tahan terhadap suhu tinggi, cahaya, asam, alkali, dan oksidasi. Niasin tidak rusak oleh pengolahan dan pemasakan normal, kecuali kehilangan melalui air masakan yang dibuang. Niasin mudah diubah menjadi bentuk aktif nikotinamida.

Absorpsi Niacin

Niacin dihidrolisis dan diabsorpsi di dalam usus halus, terutama dalam bentuk NAD dan NADP. Senyawa ini kemudian dipecah untuk mmbentuk nikotinamida yang dapat dikonversi oleh bakteri-bakteri untuk asam nikotinat.

Ekskresi Niacin

niacin diekskresikan dalam air seni, terutama sebagai N1-methylnicotinamide.

FUNGSI NIACIN

Niacin berfungsi sebagai :

  • Terlihat dalam glikolisis sintesis lemak dan pernafasan jaringan,
  • Menjaga kesehatan kulit, sistem saraf, dan pencernaan
  • Untuk sirkulasi darah yang sehat
  • Meningkatkan aliran darah ke pinggiran sistem kapiler
  • Penting bagi hormon-hormon sintesis dari seks maupun hormon tubuh lainnya
  • Membantu otak dalam memproduksi zat-zat kimia penting
  • Membantu pembuatan protein
  • Berperan dalam metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein
  • Berperan dalam metabolisme produksi asam hidroklorat (asam lambung) yang penting dalam lambung.

· Nukleotida nikotinmida mempunyai peranan yang luas sebagai koenzim pada banyak enzim dehidrogenase yang terdapat di dalam sitosol ataupun mitokondria. Dengan demikian vitamin niasin merupakan komponen kunci pada banyak lintasan metabolic yang mengenai metabolisme karbohidrat ,liid serta asam amino.NAD+ dan NADP+ merupakan koenzim pada banyak enzim oksidorduktase. Enzim-enzim dehidrogenase yang terikat dengan NAD mengkatalisis reaksi oksidoreduksi dalam lintasan oksidatif misalnya siklus asam sitrat,sedangkan enzim-enzim dehidrogenase yang terikat dengan NADP ditemukan dalam lintasan yang berhubungan dengan sintesis reduktif misalnya lintasan pentosa fosfat.

SUMBER-SUMBER NIACIN

Satuan pengukur

>>> Jumlah banyak niacin dalam suatu bahan makanan selalu diukur dalam satuan miligram (mg).

Sumber niacin adalah hati, ginjal, ikan, daging, ayam, dan kacang tanah. Susu dan telur mengandung sedikit niacin tetapi kaya triptofan.

Niacin (mg/100gram)

BAHAN MAKANAN

mg

BAHAN MAKANAN

mg

Kacang tanah lokal

13,0

Jagung

0,6-1,3

Teri nasi kering

9,7

Beras

1,4-3,0

Sardin

7,6

Terigu

5,0

Ikan kembung

6,5

Tepung terigu

1,0

Ikan bandeng

5,8

Kacang-kacangan

1,3-2,5

Ikan tawes segar

2,4

Kacang tanah

14

Udang segar

2,2

Biji-bijian

1,4-2,5

Ayam

8,0

Sayur daun-daunan

0,4-0,6

Daging babi

8,6

Buah-buahan

0,2-0.6

Daging sapi

4,5

Susu

0,1-0,2

Hati

14-16

Telur

0,1

ANGKA KECUKUPAN GIZI dan KEBUTUHAN

Golongan

Umur

AKG (mg)

Golongan

Umur

AKG (mg)

0-6 bl

2,5

Wanita : 10-12 th

8

7-12 bl

3,8

13-15 th

10

1-3 th

5,4

16-19 th

10

4-6 th

8

20-45 th

9

7-9 th

9

46-59 th

9

³ 60th

8

Pria : 10-12 th

9

Hamil menyusui

+1

13-15 th

10

0-6 bl

+3

16-19 th

11

7-12 bl

+3

20-45 th

12

46-59 th

13

³ 60 th

10

Kebutuhan Normal :

  • Laki-laki : 16mg NE/ hari
  • Perempuan : 14mg NE/ hari

NE adalah niasin ekivalen >>> di Amerika Serikat AKG untuk niasin dinyatakan dalam NE. Dalam tubuh kita, niasin dibuat dari asam amino tryptofan.

Level atas :

  • Dewasa : 35 mg/ hari.

DEFISIENSI DAN KELEBIHAN NIACIN

Kekurangan Niacin :

Pada tahap awal tanda-tanda kekurangan niasin adalah kelemahan otot, anoreksia, gangguan pencernaan dan kulit memerah. Kekurangan berat menyebabkan pellagra yang mempunyai karakteristik dermatitis, demensia, dan diare.

Dermantitis pada pelagra sering disertai gejala kekurangan faktor-faktor vitamin B lain. Bedanya pada pelagra, kulit yang terkena sinar matahari meradang dengan pola simetris pada kedua sisi tubuh, pecah-pecah dan menjadi luka. Kelainan pada saluran cerna menyebabkan peradangan pada mukosa mulut dan saluran cerna serta diare. Kelainan pada sistem saraf menyebabkan gejala resah, pusing, tidak bisa tidur, hilang ingatan, halusinasi, dan depresi berat.

Gejala kekurangan niacin lainnya adalah kehilangan nafsu makan, lemah, pusing, dan kebingungan mental.

Kelebihan Niacin :

Niacin dalam jumlah besar dapat menyebabkan keracunan pada sistem saraf, lemak darah, dan gula darah. Gejala-gejala seperti muntah, lidah membengkak, dan mungkin sampai mengakibatkan pingsan. Lebih lanjut, hal ini dapat berpengaruh pada fungsi hati dan dapat mengakibatkan tekanan darah rendah.

DAFTAR PUSTAKA

Almatsier, S. Prinsip Dasar ILMU GIZI. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2004.

Djaelani, Achmad S,Dr. Ilmu Gizi dan Ilmu Diit di Daerah Tropik. Jakarta: Balai Pustaka,1976.

www.vitamin-update.com

www.indonetwork.co.id

www.gizi.klikdokter.com